SCRIPTIS

>>>semua artikel di blog ini bisa anda copy paste sepuasnya, tapi ingat, tetep harus cantumin sumbernya. saya mengundang anda untuk mengirim tulisan di blog ini, tidak ada kompensasi apapun, tapi anda bisa menyelipkan iklan didalamnya<<<

Feb 4, 2009

The Power of Nekad

Nekad, itulah kata yang pas aku ucapkan buat diriku sendiri. Betapa tidak, sudah vakum selama hampir 2ua tahun lebih di dunia kartu kredit, tiba-tiba aku mendapatkan kesempatan menjadi Asisten Sales Manager di sebuah bank swasta asing, dan kesempatan itu aku ambil dengan...ya..antara percaya dan tidak percaya. Mengapa? Karena syaratnya cukup berat, yaitu aku harus membentuk tim sales sendiri yang beranggotakan 30 orang! dan jika aku gagal maka aku di-cut alias say good by. Waw...impossible? I don't think so.

Mengapa aku berani ambil posisi tersebut? Pertama, karena kondisiku sekarang yang sedang betul-betul kanker alias kantong kering. Kedua, bagiku jabatan tersebut sangat menjual, sehingga jika aku bisa menjalani satu hingga dua tahun saja, aku bisa meloncat ke jabatan yang lebih tinggi lagi di tempat lain. Oh ya?...

Entahlah...aku bisa atau tidak mendapatkan 30 orang sales untuk posisi direct marketing yang tidak ada gaji pokoknya, yang ada cuma fixed allowance, komisi dan bonus.



Dec 26, 2008

TENTANG SUARA TERBANYAK

Sungguh ironi melihat reaksi beberapa partai politik setelah adanya keputusan Mahkamah Konstitusi tentang suara terbanyak. Seperti diketahui, beberapa hari yang lalu, hmm...tanggal berapa ya?...agak lupa juga...maaf ya...MK mengeluarkan keputusan yang menyatakan bahwa penentuan calon anggota DPR yang terpilih melalui pemilu 2009 adalah berdasarkan suara terbanyak, bukan berdasarkan nomor urut. Alasannya, penentuan berdasarkan suara terbanyak lebih demokratis dan mengandung keadilan daripada nomor urut. Keputusan ini dinilai oleh beberapa parpol mengandung banyak kerancuan, seperti pragmatisasi calog dalam mendapatkan suara terbanyak, masalah sumber daya, dan lain-lain.

PDIP, melalui Sekjendnya, Pramono Anung, mengungkapkan ketidaksetujuannya dengan keputusan MK, karena dinilai akan menimbulkan banyak masalah di kemudian hari. Kemudian, ada juga anggota DPRRI dari PPP yang mengungkapkan bahwa keputusan MK bisa memarjinalkan peluang kaum perempuan untuk merebut kursi anggota dewan, pasalnya, lanjutnya, caleg perempuan diakui masih banyak kekurangannya dibanding caleg laki-laki.

Benarkah suara terbanyak bisa menimbulkan banyak masalah? Menurut analis politk dari The Indonesian Institute, Benny Inayatullah, penentuan suara terbanyak itu melanggar UU Pemilu, sehingga rawan menimbulkan konflik. Misalnya, pertama, caleg dengan nomor urut kecil (baca : atas, pen) dengan perolehan suara minim bisa saja menolak mengundurkan diri untuk digantikan caleg nomor urut di bawahnya yang memperoleh suara terbanyak (namun tidak memperoleh 30% Bilangan Pembagi Pemilih atau BPP). Meskipun mekanisme internal partai sudah melakukan proses hukum melalui perjanjian tertulis dan dinotariskan, namun tetap akan terjadi ketidakpastian hukum (legal uncertainty).

Kedua; konflik hukum akan muncul bila caleg yang mendapatkan suara terbanyak menggugat KPU/KPUD karena tidak mengindahkan mekanisme internal partai. Proses gugatan hukum ini tentu saja akan memperlambat penetapan caleg terpilih dan mengganggu kinerja KPU/KPUD. Caleg dengan suara terbanyak juga bisa melakukan gugatan wanprestasi terhadap caleg terilih yang ditetapkan KPU dengan sistem nomor urut. Proses ini akan berlangsung lama bahkan hingga batas waktu yang diperebutkan berakhir. Ketiga; dalam sistem suara terbanyak apabila caleg yang meraih suara terbanyak memiliki nomor urut besar maka caleg yang memiliki nomor urut kecil harus sukarela mengundurkan diri sebagai caleg terpilih dengan konsekuensi kehilangan haknya dalam PAW. Dengan kata lain suara pemilihnya akan terbuang percuma.

Sebegitu rumitnya kah penentuan suara terbanyak? Sebenarnya tidak juga, jika dari awal parpol-parpol berkomitmen menjunjung tinggi asas demokrasi, yakni dengan menggelar aturan dari awal bahawa penentuan caleg yang terpilih adalah berdasarkan suara terbanyak. Dengan demikian, siapapun yang berminat berkompetisi memperebutkan kursi anggota dewan melalui partainya berarti tekah siap untuk mengikuti aturan tersebut. Permasalahannya, ada parpol yang dari awal menetapkan nomor urut sebagai patokan.

Takut Bersaing atau Bisnis Jual Beli Nomor?

Penolakan parpol atas penentuan suara terbanyak bisa menimbulkan asumsi publik bahwa SDM di parpol tersebut belum siap menerapkan demokasi dengan sepenuh hati. Demokrasi adalah wujud penyerahan kedaulatan rakyat kepada seseorang yang dianggap kompeten. Dan suara terbanyak sudah tentu bentuk dari penyerahan kedaulatan rakyat kepada orang yang dianggapnya layak dijadikan wakil di DPR.

Memang, disamping permasalahn hukum yang diutarakan diatas, ada beberapa kemungkinan yang akan timbul dari penentuan suara terbanyak, yaitu, caleg yang mempunyai sumber dana besar akan dengan mudah memperoleh suara terbanyak dengan cara-cara kampanye politik uang terselubung. Namun sepertinya hal itu cuma kekhawatiran yang dibesar-besarkan. Pasalnya, jika tidak ada ketentuan suara terbanyak pun, ada juga parpol yang menggunakan kampanye politik uang terselubung. Malah menurut hemat saya, penentuan suara terbanyak akan memperlihatkan kepada publik bagaimana kedekatan caleg dengan konstituennya.

Melihat gelagat parpol yang tidak setuju dengan penerapan suara terbanyak, muncul pertanyaan publik bahwa sebenarnya mereka tidak siap bersaing ataukah karena memperjualbelikan nomor urut? Pertanyaan tersebut bukan hal yang janggal. Pasalnya banyak parpol yang sengaja menetapkan tarif untuk nomor urut atas.

Akhirnya..rakyat jualah yang akan melihat, para politisi parpol itu tidak siap bersaing secara fair ataukah karena mereka berbisnis nomor urut caleg.



Dec 12, 2008

JADIKAN BLOG KAMU INSPIRASI BAGI ORANG LAIN

Dunia blogging sudah merajalela di kalangan masyarakat, terutama mereka yang melek teknologi. Eiit...tunggu dulu, mereka yang gaptek alias kagak bisa apa-apa dalam hal teknologi pun, banyak yang blogging juga lho.

Memang benar, dunia blogging itu milik siapa saja. Milik mereka yang doyan nulis. Doyan numpahin uneg-uneg, atau sekedar mengisi waktu luang. Namun, seyogianya dalam membuat blog, haruslah bermanfaat bagi orang lain. Jadikan blog kamu sebagai sumber inspirasi bagi orang lain. Apa manfaatnya?

Kamu bertanya apa manfaatnya bila blog kamu menjadi blog inspirator? tentu saja sangat banyak, diantaranya, pertama, blog kamu akan sering dikunjungi orang lain. Orang yang sudah membuka blog kamu akan teringat lagi di lain waktu dan ia akan membuka blog kamu lagi karena dirasa bermanfaat. Kedua, nama kamu segera melejit. Iya, nama kamu akan dikenal di seantore jagad blogging. Ketiga, jika kamu punya bisnis sampingan, kedua hal tadi akan mengkatrol kenaikan pemasukan bisnis kamu.

Nah, bagaimana agar blog kamu bisa menjadi blog inspirator?

Berikut ini ada beberapa kiat agar blog Anda menjadi sumber inspirasi bagi orang lain :
Pertama, jangan pelit berbagi informasi. Tuliskan pengetahuan dan pengalaman kamu tentang suatu hal dan berbagilah kepada orang lain, biarkan orang lain mengadopsi semua yang kamu tulis.
Kedua, beri konten artikel dengan konten-konten yang berbobot. Ya..tentunya jangan asal membuat tulisan doank biar blog kamu keliatan banyak isinya, tapi gak ada manfaatnya bagi orang lain.
Ketiga, kutip artikel-artikel dari berbagai sumber. Di internet, kamu bisa mendapatkan jutaan artikel dengan sangat mudah. Jika kamu masih kurang mampu bikin artikel sendiri, kamu bisa mencomot dari berbagai sumber, lalu kamu susun menjadi sebuah tulisan yang bagus. Eitt...jangan lupa tulis sumbernya.

Nha itu dia kiat-kiatnya. Kamu punya pendapat lain? silahkan aja komnetar, gak dilarang kok. Mungkin kamu punya tambahan lain selain ketiga kiat diatas.


Jun 6, 2007

Menulislah! Kau Akan Dikenal Orang

Buku adalah jendela dunia. Membaca adalah kunci untuk menguasai dunia. Sedangkan menulis adalah jalan untuk dikenal dunia!

Ya, dengan menulis, orang akan tahu siapa kita. Banyak contoh yang sudah membuktikannya. Ahmad Sobari, Radar Panca Dahana, hingga Pipit Senja dikenal karena tulisan cerpen atau novelnya. Valentino Dinsi dikenal orang lebih dulu lewat bukunya Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian. Dan masih banyak lagi orang-orang yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu yang awalnya dikenal orang karena tulisannya.


Belajar menulis dimulai dari umur berapa saja, tidak ada kata terlambat atau masih kecil. Selama kita masih bisa menulis, maka menulislah! Buatlah orang mengetahui siapa diri kita dari tulisan kita.
Untuk belajar menulis dimulai dari hal-hal kecil di kehidupan sehari-hari kita. Bisa dari pengalaman pribadi, imajinasi atau khayalan kita, hal-hal yang terjadi di masyarakat yang menjadi pembicaraan, dan lain sebagainya. Bagi kaum perempuan, biasanya mereka menuliskan pengalaman pribadinya dalam buku diary. Mereka yang sudah terbiasa menulis di buku diary akan lebih mudah mengembangkan kemampuan menulisnya.
Ayo kita mulai menulis dari hal-hal kecil di sekitar kita. Misalnya tentang kemacetan di sepanjang jalanan Jakarta. Dari hal kecil seperti itu bisa dikembangkan menjadi sebuah tulisan yang berkesan, dan menarik perhatian banyak orang, dari sudut pandang mana kita akan mengungkapkannya
Menulis memang tidak mudah, di satu sisi ia membutuhkan keahlian. Namun keahlian dalam menulis bisa kita dapatkan dengan sendirinya kalau kita terbiasa menulis, dan berusaha keras untuk bisa menulis. Kita kadang berhenti di tengah jalan ketika baru sebagian ide yang kita tuangkan dalam tulisan, dan tidak tahu harus menulis apa lagi. Seakan-akan otak kita terkunci dan kosong.
Bagi penulis pemula, biasanya awalnya bingung tidak tahu harus memulai dari mana. Terkadang begitu banyak ide yang ada di pikiran kita, namun tidak tahu yang mana dulu yang akan ditulis. Tapi percayalah, bila kita mencoba dan terus mencoba, hal seperti itu perlahan akan hilang. Dan bila kita sudah terbiasa menulis, kita sendiri yang terbawa gerakan tangan mengikuti aliran tulisan yang muncul dari alam bawah sadar kita.



Menulis Bisa Menjadi Sumber Penghasilan

Kegiatan menulis, yang awalnya hanya sekedar iseng, bisa menjadi kegiatan professional yang mendatangkan keuntungan finansial bagi kita. Bahkan kita bisa menggatungkan penghasilan lewat menulis. Apabila kita sudah produktif, dan tulisan kita sudah dikenal orang, kita akan mudah menjual tulisan kita. Bahkan kita akan mendapatkan tawaran menulis dari berbagai penerbit.


Kiat-kiat Menulis

Di bawah ini adalah kiat-kiat sederhana untuk memulai menulis.
- Yang pertama harus kita miliki adalah ide. Tentukan kita akan menulis tentang apa, galilah ide sebanyak-banyaknya. Proses pencarian ide ini biasanya merupakan awal yang sangat sulit, karena tidak kita bisa begitu saja mendapatkan ide. Nah, bagaimana cara mendapatkan ide untuk menulis? Ide bisa kita dapatkan dari mana dan siapa saja. Banyak-banyaklah membaca buku, koran atau majalah, karena biasanya disaat kita tengah membaca, akan terlintas ide di benak kita. Ide bisa kita temukan dengan merenung atau ketika sedang melakukan aktivitas keseharian. Ide tidak harus besar dan spektakuler. Ide yang sederhana pun bisa menjadi sumber tulisan yang dahsyat, tergantung bagaimana kita meramu kata-katanya.
- Setelah kita mendapatkan ide, mulailah persiapan menulis. Persiapan disini tergantung kita sudah terbiasa menulis atau baru akan memulai menjadi penulis. Dalam hal ini kita berbicara kita baru sebatas penulis pemula, maka yang harus kita lakukan adalah membreakdown¬ atau merobek-robek ide tersebut menjadi sub-sub judul. Buatlah sistematika atau struktur penulisan atau alur cerita yang baik dan menarik, yaitu dimulai dari pengantar atau pendahuluan, bab per bab kemudian penutup. Tulisan yang bagus adalah bila pendahuluannya mampu menarik perhatian orang. Oleh karenanya, kita atur strategi pemilihan kata, bagaimana agar orang tertarik dan akan membaca keseluruhan tulisan kita. Apabila di awal tulisan kita sudah mengandung decak kagum atau membat penasaran orang, maka orang akan terus membacanya. Tapi, bila pada pendahuluannya saja sudah “garing” maka orang akan malas membacanya.
- Mulailah menulis. Dalam menulis sebuah tulisan, kita harus konsisten dengan struktur tulisan yang telah kita buat sebelumnya. Jangan sampai tulisan kita melebar terlalu jauh dan merubah struktur tulisan yang telah kita susun, karena hal itu bisa membuat tulisan kita tidak focus dan “mbulet” alias tidak ada ujung pangkalnya.
- Baca kembali tulisan kita berulang-ulang. Karena bisa jadi, ada kalimat atau paragrap yang kurag sempurna, dan kita bisa merubah atau menambahnya dengan kata-kata yang selaras dengan kalimat sebelumnya. Kita bisa merubah keseluruhan kalimat dalam sebuah paragrap apabila memang ternyata tidak selaras dengan paragrap sebelumnya atau tidak menarik.